Selasa, 31 Januari 2012

PENYAKIT TIDAK MENULAR

 

Istilah penyakit menular atau yang juga dikenal dengan sebutan penyakit infeksi sudah biasa kita temui sehari-hari terutama di media informasi seperti di televisi ataupun media cetak.  Sedangkan istilah Penyakit Tidak Menular atau biasa disingkat PTM, bagi sebagian orang masih terdengar asing dan jarang terdengar.

Penyakit menular adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh sebuah agen biologi (seperti virus, bakteria atau parasit), bukan disebabkan faktor fisik (seperti luka bakar dan trauma benturan) atau kimia (seperti keracunan) yang mana bisa ditularkan atau menular kepada orang lain melalui media tertentu seperti udara (TBC, Infulenza dll), tempat makan dan minum yang kurang bersih pencuciannya (Hepatitis, Typhoid dll), jarum suntik dan transfusi darah (HIV Aids, Hepatitis dll). Adapun penyakit yang tidak menular adalah penyakit yang diderita pasien yang pada umumnya disebabkan oleh bawaan/keturunan, kecacatan akibat kesalahan proses kelahiran, dampak dari berbagai penggunaan obat atau konsumsi makanan serta minuman termasuk merokok, kondisi stress yang mengakibatkan gangguan kejiwaan. Penyakit tidak menular merupakan salah satu penyakit yang berkaitan dengan perilaku dan cenderung meningkat dari tahun ke tahun akibat berubahnya gaya hidup yang disebabkan urbanisasi, modernisasi  dan globalisasi serta  akibat  adanya peningkatan proporsi usia lanjut.
Istilah PTM terkadang juga disebut :
  • Penyakit kronik, karena kelangsungan PTM biasanya bersifat kronik (menahun) atau lama, namun dalam beberapa kasus ada juga beberapa kejadian PTM yang bersifat mendadak atau akut, seperti pada kasus keracunan.
  • Penyakit Non Infeksi, karena penyebab PTM kebanyakan bukan dari mikroorganisme.
  • Penyakit Degeneratif, karena kejadiannya bersangkutan proses degenerasi atau ketuaan sehingga kasus PTM banyak ditemui pada usia lanjut.
  • New Communicable Disease, merupakan istilah popular untuk menggambarkan penyakit tidak menular yang banyak ditemui saat ini.  Istilah Penyakit Menular Baru ini, bukan diartikan seperti penularan penyakit seperti penularan klasik yang melalui rantai penularan tertentu, namun lebih diartikan sebagai penularan penyakit melalui gaya hidup (life style).  Gaya hidup disini meliputi pola makan, olah raga, kehidupan seksual dan komunikasi global (Bustan, 1997).
Lima PTM utama seperti penyakit kardiovaskuler, stroke, diabetes mellitus, kanker dan penyakit paru obstuktif kronik, merupakan penyakit yang mempunyai factor risiko yang berhubungan dengan gaya hidup yang tidak sehat, seperti konsumsi tembakau (merokok), pola makan yang tidak sehat dan aktifitas fisik yang kurang.  Faktor-faktor tersebut berkaitan dengan kejadian kegemukan, hipertensi, hiperkolesterol, hiperglikemi dan ditemukan saling berkaitan serta mempunyai konstribusi satu sama lain dalam menyebabkan terjadinya beberapa PTM.
Merokok adalah salah satu factor risiko utama untuk penyakit jantung, stroke,
Faktor Risiko PTM
kanker, penyakit paru obstruktif kronik dan komplikasi vaskuler dari diabetes. Diet yang tidak sehat, kegemukan dan kurang olah raga berhubungan dengan penyakit jantung, hipertensi, diabetes mellitus dan kanker. Diet yang tidak sehat tersebut termasuk mengkonsumsi berlebihan makanan berlemak khususnya lemak jenuh, garam yang berlebihan, gula yang dimumikan, alcohol dan kolesterol. Beberapa penelitian telah menjelaskan bahwa kurangnya olah raga berkaitan erat dengan sejumlah penyakit kronis seperti penyakit kardiovaskuler, hipertensi, diabetes mellitus dan kanker.
Di Indonesia, salah satu masalah kesehatan masyarakat yang sedang kita hadapi saat ini dalam pembangunan kesehatan adalah beban ganda penyakit, yaitu di satu pihak masih adanya penyakit infeksi yang harus ditangani, di lain pihak semakin meningkatnya penyakit tidak menular. Proporsi angka kematian penyakit tidak menular meningkat dari 41,7 % pada tahun 1995 menjadi 59,5 % pada tahun 2007 (Riskesdas, 2007).  Peristiwa perubahan pola penyakit dan kematian dari penyakit menular ke penyakit tidak menular serta pergeseran umur kematian dari usia muda  ke usia tua disebut juga transisi epidemiologi.
(Referensi : Bustan, MN. Epidemiologi Penyakit Tidak Menular, Rineka Cipta, Jakarta, 1997)

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Pembaca

Copyright © 2012. ppurdiyanta.blogspot.com - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by my free template